Senin, 13 Februari 2012

Fan Meeting with Kim Myung Min

10.jpg


Baru-baru ini Kim MyungMin mengadakan pertemuan Fan yang diadakan di Seoul oleh Daum Cafe pada Sabtu / 12 Februari 2012 pukul 02.00 pm waktu Korea, tetapi waktu di Indonesia itu adalah sekitar pukul 04.30 atau 04.00 wib. Daum Cafe "SARANGHAKI" adalah KMM fan club resmi.




055web.jpg


039web.jpg


032web.jpg

029web.jpg








Sungguh senang yang dapat bertemu dengan Kim Myung Min langsung disana, dan lebih senangnya lagi Daum Cafe telah mencadangkan 10 kursi cadangan untuk anggota MMI. Berikut uploading foto langsung dari acara tersebut.


Sumber : Forum MyungMin International dan one peace12

Rabu, 25 Januari 2012

Dia Pergi Untuk Selama-lamanya


Ahad/Minggu, 22 Januari 2012

Minggu sore, adalah awal kejadian itu.
Minggu sore, aku terima kabar duka itu.
Minggu sore, adalah hari terakhir aku bersamanya.
Minggu sore, aku tak akan pernah bertemu sosok dia lagi.
Esok.. dan esok.. aku tak akan pernah bisa menyapanya lagi...

“Assalamu’alaikum Kak...”

Kata itu hanya tinggal kenangan bersama dia, wahai kakak ku yang soleha semoga kau tenang disana, tidurlah.. tidurlah... dengan nyaman disisi-Nya kak.

Jadi teringat K-Drama 49 Days, ada sosok malaikat maut, yang siap memanggil lift menuju ke akhirat ataupun ke surga bagi yang sudah menjelang ajalnya. Lift untuk kakak itu mungkin sudah datang, dan ia sudah siap menuju surga-Nya Allah.

Sore itu aku terima sms dari teman sekelasku, lebih tepatnya sudah seperti saudara sendiri. Ia mengabarkan dengan sms...

“kamu udah tau belum kalau Dede Rika meninggal siang tadi di Sukabumi”.

Sontak aku kaget dan diliputi rasa tidak percaya bahwa ia telah tiada, aku tanya kembali kabar mengenai kabar itu, sungguh benar kabar itu. Maut datang tak akan pernah ada yang tau, hanya Dia yang tau kedatangan malaikat maut itu. Entah saat yang tidak memungkinkan dan dalam masa suasana Ujian Akhir Semester, dan saat Ujian Pengendalian Mutu nanti sosok ia tidak akan ditemui. Sekarang~ Esok~ Lusa~ dan selamanya.

Ia hanya sebuah kenangan,

Ia hanya sebuah nama,

Ia hanya sebuah ingatan,

Ia hanya sebuah sepenggal kisah yang kemarin,

Ia akhwat soleha... Allah menitipakan mu di dunia ini untuk menerangi dunia ini dengan ke solehan mu walau itu hanya sebentar.

Berapa usia mu kak?

Entah usia dia berapa, tetapi aku teringat kembali dengan kutipan kata-kata yang diucapkan Yi Soo dalam K-Drama 49 Days, ia berkata ..

”Apakah kau pernah merasakan mati muda ?”
“Apakah kau pernah merasakan meninggal di usia 23 tahun ?”

Kata-kata itu dikatakan Yi Soo dalam keadaan emosi saat berbicara dengan Ji Young, tapi dari kata-kata itu memiliki makna yang besar dan dapat diambil sebagai bahan perenungan. Kalau aku akan menjawab...

“Bagaimana kalau itu aku ?”

Selamat tinggal kak Dede semoga kau tenang disana, istirahatlah dengan tenang disisi-Nya.
Allah sungguh menyayangimu, sungguh...

Sabtu, 14 Januari 2012

Hanbok Photo Contest by KCCI (Korean Cultural Center Indonesia)

nqvhoz.jpg (550×778)


Dalam rangka Tahun Baru Lunar 2012, Korean Cultural Center mengadakan foto kontes dengan tema “We Love Hanbok”. Pastinya bakalan ada hadiah menarik buat yang menang kontes ini. Tertarik buat ikutan? Yuk, simak caranya berikut ini!
Peserta
Pengunjung Korean Cultural Center yang berpartisipasi dalam acara Hanbok Experience. Hanbok Experience merupakan program rutin KCC yang diselenggarakan setiap hari Jumat dimana pengunjung bisa mencoba mengenakakan pakaian tradisional Korea, yaitu Hanbok.
Periode
Periode upload foto       : 16 – 31 Januari 2012
Periode voting               : 01 – 05 Februari  & 6 Februari 2012 (hanya sampai jam 09.00 WIB)
Pengumuman                 : 6 Februari 2012
Tata Cara
1. Foto gaya terbaikmu saat mengenakan Hanbok di Korean Cultural Center.
2. Upload foto tersebut di website resmi kcc, http://id.korean-culture.org
•   Login
•   Untuk upload, pilih menu Kegiatan Pusat Kebudayaan > Kontes Foto
•   Klik tombol Tulis untuk upload foto.
•   Ketik “We Love Hanbok” sebagai judulnya. Beri sedikit penjelasan mengenai alasan menyukai Hanbok pada kolom Isi.
•   Upload foto dengan lebar 150 pixel  pada gambar thumbnail.
•   Upload foto dengan lebar 550 pixel pada gambar.
•   Klik tombol Tulis.
3. Satu peserta hanya boleh mengikutsertakan maksimal dua foto.
4. Foto yang sudah di-upload di website akan kami upload di facebook untuk mendapatkan penilaian. Penilaian berdasarkan jumlah LIKE yang didapat.
Hadiah
1. Juara pertama   : LG Optimus Pad 3D
2. Juara kedua : Voucher Lottemart @Rp 1.000.000 untuk dua orang pemenang
3Juara ketiga    : CD K-POP & Poster KPOP untuk 5 orang pemenang
4Juara harapan   : 10 Juara harapan, masing-masing akan mendapatkan kantong keberuntungan (복주머니), Satu set perlengakapan tahun baru lunar (정월 대보름용 부럼세트)

Kamis, 12 Januari 2012

Beethoven Virus Season 2 ~ Part 1


Annyong hanseyo chingudeul...

Pertama-tama saya ingin memeinta maaf kepada pihak MBC Korea dan Para crew Beethoven Virus serta para pengagum Kim Myung Min (yang berperan sebagai Maestro Kang), serta Beethoven Virus. Karena saya sudah membuat cerita khayalan saya sendiri tentang cerita kelanjutan cerita Beethoven Virus yang lalu.

Sewaktu saya membongkar-bongkar myungmininternasional.com saya menemukan sebuah gambar , yaitu gambar antara Lee Ji Ah dan Kim Myung Min atau Du Ru Mi dengan Maestro. Kagetnya digambar itu ada tulisan Beethoven Virus Season 2, terus saya punya ide untuk meneruskan cerita tersebut. Karena di forum Myung Min Internasional juga dibahas akan hal itu Beethoven Virus Season 2, di Topik Beethoven Virus. Ada yang bilang kelanjutan ceritanya Du Ru Mi dan Maestro menikah setelah bertemu kembali, ada yang bilang Du Ru Mi setia selalu menunggu Maestro untuk segera datang ke Korea lagi, sungguh beragam komentar-komentar ditopik itu, buat ketawa-ketiwi bacanya. Kalau ada yang belum bergabung silakan bergabung disana, saya sudah bergabung dan memiliki banyak teman dari sana, baik dari Indonesia, Jepang ataupun Korea.
Tak perlu berlama lagi ini cerita khayalan terbitan dari khayalan saya...^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Beethoven Virus Season 2




Part 1

Kembali ke alur sebelumnya, setelah memimpin beberapa lagu dalam konser gabungan antara orchestra Gun Woo muda dan orchestra kota, Maestro Kang pun pergi untuk kembali ke Jerman, karena masa 6 bulan dia telah berakhir di korea.

Sepeninggalan Maestro semua berjalan, ya... kehidupan ini akan terus berjalan seperti air yang mengalir dan tentunya akan ada hambatan yang menghadang. Dalam hidup tidak seterusnya itu mulus tetapi akan ada sesuatu yang mengahadang yang akan menambah cerita kehidupan itu bagus dan sempurna. Tanpa hambatan ataupun masalah yang ada hidup tidak sempurna, malah akan menimbulkan kebosanan.

Du Ru Mi pun menjalani operasi pada telinganya,  dan Gun Woo muda meneruskan pendidikannya di seni musik, sesuai janji dia kepada Maestro bahawa ia ingin kelak Maestro menjadi gurunya.
Suatu hari yang cerah...

“Du Ru Mi !!” teriak Gun Woo muda memanggil Ru Mi yang sedang menjemurkan pakaian dihalaman.

“Eh.. Gun Woo” (Huuuuffttt) Ru Mi menjawab dengan menghela nafas, “Bagaimana kabar Maestro disana ya ?”

“Entahlah, mungkin ia membunuh banyak orchestra disana, seperti julukan dia Sang Pembunuh Orchestra” (Hahahaaa...) jawab Gun Woo dengan candaan.

“Kau ini, aku serius” (Dengan memandang langit yang mulai mendung) jawab Ru Mi.

“Kau sepertinya tidak semangat sekali... hmm... Kau merindukan Maestro ya ?” (Dengan tatapan sedih)

“Ooo.. Aaa.. aa.. Gun Woo” Ru Mi kehilangan kata-kata. Dan tiba-tiba...

“Du Ru Mi !!” Bibi memanggil...

“Eh.. iya Bi, sebentar... Gun Woo, aku masuk dulu ya, nanti kita sambung lagi percakapan kita”

Suasana menjadi sepi dan tanpa kata. “Maestro apa kabar mu disana, apakah kau tahu ada seseorang yang menunggumu disini dengan setia setiap harinya. Walau pun ku tak bisa menempati relung hati Du Ru Mi, tetapi aku tak ingin melihat dia bersedih seperti ini. Dia tidak seperti dulu yang ceria setiap saat” (dalam dunia khayalan Gun Woo).



\\\\


Suasana dikantor mayor Choi, yang ribut dan berantakan dengan kertas-kertas serta berkas-berkas yang bertebaran disana sini.

“Bagaimana ini Mayor, suasana di kota ini menjadi semakinberantakan karena orchestra yang ditiadakan ?” Pak kepala polisi bertanya dengan nada sengal dan nafas yang tidak beraturan.

“Huh... seandainya maetro tidak berbuat sejauh ini waktu itu. Pasti tidak akan menjadi masalah yang sulit untuk meniadakan orchestra dikota ini”, (Dengan tatapan penuh kemarahan).

“Tapi mayor, bukankah sebelum Maestro berbuat sejauh itu ada muridnya ya.. itu dia ya... Gun Woo yang merencanakan hal itu sebelumnya”, Pak kepala polisi menjawab.

“Murid Maestro ya.. Hmm... Gu Woo”, (Dengan senyuman licik dan penuh kecurigaan Mayor berbicara).

Lalu Mayor mengambil ponsel genggamnya dan menghubungi seseorang dengan suara yang berbisik.

Tiba-tiba... tokk.. tokk.. tokk.. Cklekk... Seorang tinggi tegap memasuki ruangan Mayor.

“Kau, kepala polisi silakan tinggalkan aku berdua saja”, Mayor memerintahkan Kepala Polisi dengan  menunjuknya.

“Baa.. baikk...k Mayor”, Kepala Polisi pun keluar degan kepala tertunduk, 

(“Apa yang direncanakan mayor ya, membuatku bingung saja, semoga saja bukan rencana atau urusan yang membuat berantakan suasana kota ini”, Pak kepala polisi dalam khayalannya dengan menggaruk-garuk kepalanya.)

\\\


Ada telepon angkat  aku, angkat aku... Ada telepon angkat aku, angkat... (Irama Ponsel Gun Woo)
klik... “Ya Gun Woo disini, apa ?”, dengan kaget dan terburu-buru Gun Woo keluar dari rumah dan pergi.

Di tempat lainya, kandang hewan yang dimanfaatkan orchestra Gun Woo untuk latihan~

“Berarti mungkin Mayor sudah sadar dengan konspirasi kita kepada dia untuk mengembalikan orchestra benarkan ?”, Paman Yongki berbicara dengan lantang dan bangga.

Hyeden menjawab dengan nada bicara penuh kecurigaan, “Apakah benar, atau ada maksud tertentu.. hmm...”

“Kau tahu apa Hyeden, kau itu hanya anak kecil yang tak tahu apa-apa, sebaiknya kau pikirkan sekolahmu saja huuhfftt...”, Paman Yongki menyela Hyeden.

“Hehh... Kau ini.. sudah tua masih tidak berubah..”, Hyeden berbicara dengan nada marah.

“Apa kau bilang... Heyy.. kau ingin bertengkar.. Hah..”, Paman Yongki yang tersinggung pun tersulut amarahnya.

Lalu ditengah keributan~ “Mungkin benar juga yang dikatakan Hyeden” tiba-tiba Du Ru Mi berbicara.

Suasana pun menjadi sunyi dan sepi, serta tanpa kata. Hanya suara jangkrik dan suara hewan malam yang terdengar. Suara langkah seseorang berlari terdengar dari kejauhan...

“Apakah bbenar..  bena.. arr..?”, Hahh.. hahh.. hahh (Suara nafas Gun Woo yang tersengal-sengal) Gun Woo datang dan bertanya dengan nada bicara penuh ketidak percayaan...

To Be Continue~~~~





Rabu, 11 Januari 2012

Kutipan, Yi Soo berkata "Apakah kau pernah merasakan meninggal diusia 23 tahun?"

Malam ini jadi galau sendirian tiba-tiba, karenan dengerin Ost. 49 Days, dan tiba-tiba air mata netes waktu nulis Ost. 49 Days, There was Nothing-Jung Yeop lagu itu memang sedih banget, dan arti dari lagunya juga dalam banget, jadi merenung...


Tentang sebuah laku,
Yang ku tak tahu kan menjadi debu,
Atau segenap rindu..
Berlari ditepian jurang pilihan
Akan kemudharatan dan kemanfaatan,
Telahkah ku bergerser agar tak terjatuh,
Terselamatkan dengan selaksa patuh,
Akan perintah Rabb dengan utuh?

Astaghfirullah,
Masih dalam muhasabah hati,
Kucoba daki kesalahan didiri,
Mungkin gunung Uhud pun tak bisa menyamai,
Terkadang jadi ingin bersembunyi,
Tapi kusadar itu tak ada arti….

Subhanallah..
Ketika kulihat bentangan semesta,
Lewat taburan bintang dilangit terbuka,
Dengan hirupan nafas menyejukkan dipadang ilalang
Bermandi cahaya dikala siang terbentang,
Ya Rabb,
Betapa kerdilnya aku atas semua kuasa-Mu
Tak berarti amalan jika terbilang banyaknya dosa berbulu….

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar !!!!
Kutakbirkan nama-Mu tuk besarkan jiwa
Ingin seperti bilal yang mentasbihkan Ahad..Ahad..Ahad..
Yang dilihatnya adalah syurga,
Padahal dimata manusia.
Ia tengah disiksa tanpa ampun dan rasa belas….

Ya Illahi,
Dengan mencintai-Mu mereka mampu,
Menahan kegetiran dengan gambaran syurga-Mu,
Berjuang sendiri berlari antara shafa dan marwah tanpa kekasih disisi yang telah diikhlaskan pergi…
Yang harus melihat banyak sahabatnya berguguran untuk menjemput syahid dijalan-Mu…
Ia Bilal,
Ia Hajar,
Ia Rasululullah…

Alhamdulillah…
Ketika tersadar begitu melimpah sahabat berjuang
Yang tak hanya berharap diberi tapi juga berebut memberi…
Terkadang seperti aku tak berarti dengan kemampuan diri,
Tapi pergerakan tak butuh rendah diri,
Karena pergerakan butuh kekuatan hati…

Ya Allah, ya Kariim…
Mungkin aku belum seperti Salman al farisi dengan ikhlas dan pengorbananya,
Belum seperti Abud Darda’ dengan gemilang kesetiaannya pada-Mu
Atau hati ini tak sebening Abu Bakr’ yang dengan hatinya melihat Rasul-Mu dengan cintanya..
Ya,
Aku hanya sosok manusia biasa,
Dari jutaan hamba yang Kau ciptakan,
Yang mungkin tak sempurna
Tapi kuyakini diri untuk tak terputus,
Dari rahmat dan maghfirah-Mu…

Teringat perkataan Abdullah ibn Rawahah,
“Tetapi aku,
Kumohonkan ampun pada Ar Rahman dari pukulan keras buih lautan,
Atau hentakan mematikan ditangan yang dahaga menghunjam tombak menembus kulit ke dalam dada,
Hingga orang katakan ketika lalui pusaraku,
Inilah pahlawan yang mantaati Illahi”

Juga nasehat Al-Kindi tentang persahabatan,
“saudara seiman itu adalah dirimu,
Hanya saja dia itu orang lain,
Sebab kalian saling percaya,
Maka kalian adalah satu jiwa,
Hanya saja kini sedang hinggap dijasad yang berbeda”







Ingat kata-kata Yi Soo, dia bilang "Apakah kau pernah merasakan meninggal diusian 23 tahun?"
lalu bagaimana kalau itu aku ? gak akan kebayang kalau itu aku~

Gak ngebayangin juga gimana kalau aku harus cari 3 orang yang menangis dengan tulis untuk aku, untuk cari tetesan air matanya saja. Apakah ada yang nangis dan bersedih untuk aku ?
Hnaya Allah yang tahu....