Sabtu, 18 Februari 2012

Obat Anti Galau Abadi

Sahabat sekalian, akhir-akhir ini sering sekali kita dengar kata galau menjadi trend di kalangan remaja khususnya. Kata itu menjadi sebuah perwujudan gambaran karakter pemuda Indonesia saat ini, karena kata-kata yang berkembang ialah bukan kata optimis tapi malah pesimistis. Sehingga secara tidak langsung sebenarnya akan memberikan dampak pada yang mendengarnya. Contoh: bila saya bilang kepada Anda, jangan pikirkan gajah! Lalu apa yang terbayang di pikiran Anda? Gajah bukan? Sama bila kita bilang jangan galau, maka yang pertama terlintas di pikiran yang mendengar ialah galau, dan pada akhirnya akan mensugesti orang yang mendengarnya menjadi galau “beneran”.


Sudah ribuan artikel dan ratusan seminar motivasi yang bertujuan menghilangkan rasa galau kepada para remaja dan pemuda di Indonesia, dan parahnya, ternyata kata galau malah semakin berkembang dan terus berkembang merasuki alam bawah sadar yang mendengarnya, terlebih strategi yang diberikan oleh motivator-motivator itu instan dan kurang membekas dalam relung hati remaja yang sedang galau. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam sesungguhnya tidak usah bersusah payah mencari jalan akan seseorang tidak galau, karena Allah telah mempersiapkannya.



Melihat dan menganalisa pengalaman pribadi penulis, pada akhirnya penulis mencoba menformulakan resep obat anti GALAU abadi untuk para remaja dan semua yang sedang galau, namun resep ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak di lakukan. Dan penulis melihat ada orang-orang yang kebal dengan rasa Galau. Resep Mereka ialah
Jadilah penghafal Al–Qur’an: penulis pada saat kuliah, penulis sering berinteraksi dengan teman-teman yang aktivitas menghafal Qurannya Intens. Dan yang terlihat ialah, mereka yang selalu berusaha menghafal Al-Quran hidupnya selalu bahagia, perasaan mereka penuh dengan harumnya ayat-ayat Allah, sehingga ketika masalah dan rasa galau datang, tidak berhasil menembus indahnya naungan Al –Quran dalam dirinya.
Berbeda antara aktivitas membaca Al –Quran dengan kegiatan menghafal Quran, bila hanya membaca maka ketenangan yang ada bertahan hanya beberapa hari, kemudian jika belum kembali membaca Quran maka rasa galau bisa menembus celah-celah kekosongan ruhani kita.
Sedangkan bila kita fokus pada kegiatan menghafalnya, maka hati akan terus-menerus tanpa disadari untuk selalu melantunkan ayat –ayat Allah dan berusaha menjaga Ayat-Ayat Allah agar terjaga dan tidak lupa, sekalipun saat kita tidak memegang Al –Quran secara langsung. Karena bagi penghafal Quran, di manapun dia berada dan saat bisa maka ia akan terus melantunkan ayat-ayat yang dihafalnya dalam hatinya, walaupun saat sedang berada di bis, terminal, angkot, kereta, busway bahkan terkadang mohon maaf, saat di toilet pun, tanpa di pikirkan, yang bersenandung di pikiran pada penghafal Quran ialah suara-suara hafalan yang pernah atau sedang mereka dengar.
Sehingga, jika setiap detik kita berinteraksi dengan Al –Quran maka rasa galau akan mati rasa jika mencoba- coba merasuki pikiran kita. Belum lagi di tambah keutamaan seseorang yang hafal Quran nanti di akhirat akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi setara dengan Nabi dan para Syuhada. Dan Al Qur’an yang jika kit abaca sehari saja akan menjadi syafaat di hari akhirat, apalagi jika kita hafal ayat-ayat Allah tersebut.
Oleh karena itu wajarlah jika para remaja atau pemuda di Indonesia mudah galau, karena mereka jarang mendengarkan, membaca dan menghafal Al-Quran. Dan lebih sering mendengarkan musik dan nyanyian yang merupakan sumber kegalauan yang cukup besar. Dan terkadang waktu kita buat (maaf) buang air besar dalam satu hari, lebih lama dari waktu kita untuk membaca atau menghafal Al-Quran.
Intinya mereka para penghafal Al –Quran ialah orang yang kebal rasa dengan galau, bête dan lemah. Jika ada penghafal Al-Quran masih galau, berarti indahnya Quran belum merasuki sanubari nya.
Jika ingin bahagia selalu dan anti galau jadilah penghafal Al Qur’an. Kalau tidak percaya, coba saja, rasakan dan lihat apa yang terjadi!!
Wallahu ‘alam.


Sumber : Dakwatuna, Obat Anti Galau Abadi

Senin, 13 Februari 2012

Kunjungan Pendidikan, Let's Learn about KOREA only at Korean Cultural Center Indonesia





Dapatkan Informasi mengenai Korea (profil Negara, kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dll) langsung di pusatnya!  Korean Cultural Center menyediakan program bagi pelajar dan komunitas umum yang ingin meningkatkan pemahaman tentang Korea.



Isi Program:



  •  Seminar singkat (mengenai Korea dan KCC) oleh Information Manager KCC
  • Tanya-jawab
  • Touring KCC


Caranya?

Download formulir permohonan di lalu "Download disini", ada dibagian bawah yaitu di file lampiran, kemudian kirim melalui email ke kccindonesia@hotmail.comdengan subjek "Permohonan Kunjungan Pendidikan"

Kim Myung Min di Buku CINE21 No.837(2012 1/10-1/17)

Ini adalah scan dari buku CINE21 No.837 (2012 1/10-1/17) yang telah diterbitkan di Korea. Dan di dalamnya Memiliki artikel tentangKim Myung Min dan fotonya. 
















Sumber : Forum MyungMin International

Fan Meeting with Kim Myung Min

10.jpg


Baru-baru ini Kim MyungMin mengadakan pertemuan Fan yang diadakan di Seoul oleh Daum Cafe pada Sabtu / 12 Februari 2012 pukul 02.00 pm waktu Korea, tetapi waktu di Indonesia itu adalah sekitar pukul 04.30 atau 04.00 wib. Daum Cafe "SARANGHAKI" adalah KMM fan club resmi.




055web.jpg


039web.jpg


032web.jpg

029web.jpg








Sungguh senang yang dapat bertemu dengan Kim Myung Min langsung disana, dan lebih senangnya lagi Daum Cafe telah mencadangkan 10 kursi cadangan untuk anggota MMI. Berikut uploading foto langsung dari acara tersebut.


Sumber : Forum MyungMin International dan one peace12

Rabu, 25 Januari 2012

Dia Pergi Untuk Selama-lamanya


Ahad/Minggu, 22 Januari 2012

Minggu sore, adalah awal kejadian itu.
Minggu sore, aku terima kabar duka itu.
Minggu sore, adalah hari terakhir aku bersamanya.
Minggu sore, aku tak akan pernah bertemu sosok dia lagi.
Esok.. dan esok.. aku tak akan pernah bisa menyapanya lagi...

“Assalamu’alaikum Kak...”

Kata itu hanya tinggal kenangan bersama dia, wahai kakak ku yang soleha semoga kau tenang disana, tidurlah.. tidurlah... dengan nyaman disisi-Nya kak.

Jadi teringat K-Drama 49 Days, ada sosok malaikat maut, yang siap memanggil lift menuju ke akhirat ataupun ke surga bagi yang sudah menjelang ajalnya. Lift untuk kakak itu mungkin sudah datang, dan ia sudah siap menuju surga-Nya Allah.

Sore itu aku terima sms dari teman sekelasku, lebih tepatnya sudah seperti saudara sendiri. Ia mengabarkan dengan sms...

“kamu udah tau belum kalau Dede Rika meninggal siang tadi di Sukabumi”.

Sontak aku kaget dan diliputi rasa tidak percaya bahwa ia telah tiada, aku tanya kembali kabar mengenai kabar itu, sungguh benar kabar itu. Maut datang tak akan pernah ada yang tau, hanya Dia yang tau kedatangan malaikat maut itu. Entah saat yang tidak memungkinkan dan dalam masa suasana Ujian Akhir Semester, dan saat Ujian Pengendalian Mutu nanti sosok ia tidak akan ditemui. Sekarang~ Esok~ Lusa~ dan selamanya.

Ia hanya sebuah kenangan,

Ia hanya sebuah nama,

Ia hanya sebuah ingatan,

Ia hanya sebuah sepenggal kisah yang kemarin,

Ia akhwat soleha... Allah menitipakan mu di dunia ini untuk menerangi dunia ini dengan ke solehan mu walau itu hanya sebentar.

Berapa usia mu kak?

Entah usia dia berapa, tetapi aku teringat kembali dengan kutipan kata-kata yang diucapkan Yi Soo dalam K-Drama 49 Days, ia berkata ..

”Apakah kau pernah merasakan mati muda ?”
“Apakah kau pernah merasakan meninggal di usia 23 tahun ?”

Kata-kata itu dikatakan Yi Soo dalam keadaan emosi saat berbicara dengan Ji Young, tapi dari kata-kata itu memiliki makna yang besar dan dapat diambil sebagai bahan perenungan. Kalau aku akan menjawab...

“Bagaimana kalau itu aku ?”

Selamat tinggal kak Dede semoga kau tenang disana, istirahatlah dengan tenang disisi-Nya.
Allah sungguh menyayangimu, sungguh...