Jumat, 30 September 2011

Harapan Seorang Wanita





Duhai Rabbi… pautkanlah hatiku selalu dengan keimanan, dekatkan hatiku selalu dengan-Mu, genggam aku, peluk dan jangan Kau lepaskan. Tegarkan dan kuatkan aku, hamba-Mu yang lemah ini dan kecil. Hamba tidak ada apa-apanya, hamba tidaklah sempurna.


Duhai Rabbi… hati ini semakin ingin rasanya ku tak dapat merasakan apapun darinya, pikiran ini ingin ku alihhkan agar tak memikirkanya, walau bayang-bayangnya selalu menghantui setiap saat, tetapi kenapa dalam rangka ku ingin dapat merefresh diri dari hal-hal yang benamakan cinta, muncul satu sosok lain yang mengganggu pikiran hamba ini, seseorang yang tak pernah ku duga. Duhai Rabbi… kuatkan hamba, janga buat hamba seperti ini Ya ALLAH.


Apakah Kau sedang menguji kesetiaan ku…?


Ya ALLAH… ku masih lugu dalam hal yang bernamakan cinta, dan jelas Kau tau, malah Kau mengetahui dan memahami lebih dalam mengenaiku ini dibandingan aku sendiri yang memiliki raga yang tak sempurna ini. 
Keimananku belumlah sempurna tanpa sosok imam yang aka menjadi pembimbingku kelak. Ya ALLAH… inilah yang ingin ku curahkan kepada-Mu, apakah aku yang ia nanti…? Aku tak tahu, mungkin ada yang ia nanti juga saat ini, entah aku ini ke berapa baginya, atau ada sosok lain dihatinya, mungkin aku kesekian kalinya di hatinya, atau malah sama sekali tak ada.


Mmm… ya ku mengerti akan hal itu, aku juga menyadari, aku ini siapa…, aku itu bagaimana…, dan siapa aku…?? Aku tidak cantik, aku tidak sempurna, aku bodoh, aku miskin, dan aku bukan siapa-siapa. Ya tepatnya itulah aku, masih banyak khilaf yang telah ku perbuat, aku juga bukanlah malaikat. Ehmm… aku juga ikhlas, mengikhlaskan diri ini, bila aku hanya untuk boneka mainan, yang selayaknya suatu saat dibuang. Aku juga menyadari, bahwa aku ini juga tak pantas dicintai, apalagi diberi perhatian. Sama halnya dengan ayahku, aku berusaha untuk dapat mencintainya, walau terkadang hati ini sakit, karena aku menyadari, perlakuan ayahku terhadap aku dan adikku berbeda. Aku bukan siapa-siapa dirumah, mungkin hanya bayangan yang hanya lewat sana sini tanpa diperdulikan, atau aku boneka, atau malah patung.


Ku jadi membenci perhatian, baik dari teman-temanku, sahabatku, dia, kakak-kakakku dikampus, dan sampai perhatian ibuku. Lebih baik malah aku diabaikan saja, jangan dihiraukan. Saat ini ku menjadi sosok yang kejam dalam hal care atau tidak, aku menjadi sosok yang cuek, dan acuh tak acuh. Saat sakit atau sakitku kambuhpun aku tidak bilang bahwa ku sakit, bahwa ku piker diam lebih baik, karena aku benci perhatian.  Sakit pun ku rasakan sendiri dan bertemankan sepi. Tetapi ku sering memikirkan diri ku ini ingin seperti apa, ku bingumg harus seperti apa…? Apa yang kalian harapkan dariku, sebuah sikap care, cinta dan kasih sayang. Aku mau… tapi begitu susah untukku melakukannya, aku tidak tahu caranya, aku kaku dalam hal yang bernamakan CINTA, aku bingung cinta itu apa…? Bagaimana cinta itu…? Apakah mereka mengerti Ya ALLAH.


Duhai Rabbi… ajari aku cinta.


Duhai Rabbi… ajari aku mencintai.


Duhai Rabbi… ajariku untuk memahami.


Duhai Rabbi… ajariku untuk mengerti.


Duhai Rabbi… ajari aku.


Allahuma’aamiin




Begitu banyak kebaikan yang kau beri untukku, walau ku selalu mengecewakan-Mu dengan kelalaianku. Engkau Maha Baik. Ya ALLAH… senantiasa selalu rangkul aku, genggam tangaku ini dan jangan kau lepaskan aku. Bawalah aku kesana, ke alam Janah-Mu yang indah.


Duhai Rabbi… Kau senantiasa selalu ada dihatiku.

Aku cinta KAMU (ALLAH).

Curahan Hati Seorang Muslimah




Duhai engkau, begitu sangat ku merindukanmu, tetapi begitu besar pula kebimbaganku ini. Kebimbangan dan kegalauan yang menderaku ini.
Apakah engkau yang sosok yang telah ALLAH berikan untukku…?
Apakah engkau yang akan menjadi imam dimasadeoanku nanti…?
Apakah engkau yang akan menjadi pelindungku kelak…?
Apakah engkau seorang ayah dari anak-anakku nanti…?
Apakah engkau seseorang yang akan membimbingku kejalan-Nya…?
Apakah engkau yang akan membantu mendidik anak-anakku kelak, agar menjadi panji-panji terbaik…?
Apakah engkau pelengkap keimananku nanti…?
Apakah dan apakah…?
Begitu banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan kepadamu, dan kepada-Nya. Apakah aku satu-satunya yang ada dihatimu, atau ada yang ke-2, ke-3 dan yang lainnya…?
Bila memang aku adalah seseorang yang kesekian kalinya, sungguh ku tak ini dan ku tak mau, lebih baik cukupkan sampai di sini. Duhai Rabbi… hanya Engkau yang tahu isi hatinya dan hanya Engkau siapa dia.
Ya Rabbi… senantiasa genggamlah aku, peluklah aku se’erat mungkin, tuntunlah aku, dan bimbinglah aku, agar ku dapat mengetahui mana yang terbaik untukku ini, untuk masa depanku kelak. Bilamana ia adalah pelengkap keimananku maka segera persatukanlah kami dalam tali rahmat dan cinta kasih karena-Mu. Tetapi bilaman ia bukanlah pelengkap keimananku, maka jauhkanlah kami, jauhkan sejauh mungkin. Dan lapangkanlah hati hamba, hilangkalah segala rasa kegalauan, keresahan, kegelisahan, keresahan dan kebimbangan dihati hamba ini. Berikanlah ketenangan pada hati hamba ini Ya Rabbi. Hanya itu pintaku Ya ALLAH, berikanlah petunjuk-Mu.

Allahuma’aamiin…



Kamis, 22 September 2011

Teringat dan Mengenangmu


Sudah beberapa minggu semenjak kepergian ciki, kepergian yang mendadak dan tiba-tiba, dan saat dijumpai dia sudah terbujur kaku dalam kondisi tertidur, entah kau pergi karena apa dan oleh sebab apa, bulan puasa kau pergi tanpa tanda-tanda yang berarti. Aku rindu akan pola lucu mu ciki, ku sangat menyayangimu, seharusnya ku mendengarkan ibu, agar tidak memelihara hewan, dan jadinya seperti ini. Ku terlanjur sayang kamu, tapi kamu pergi dari hidupku. Kini hanya cilo yang tinggal di akuarium yang membisu tapa kehadiranmu, entah ku ingin sekali mencari penggantimu, tapi ku takut penggantimu itu pergi lagi seperti kamu.
Huhh... Ciki semoga kau bahagia disana, ku rindu suara cicitan mu saat bercanda dengan cilo, ku juga menrindukan gigitan mu di jemariku, ku rindu saat-saat kamu berebut makanan dengan cilo yang ku berikan, dan ku rindu saat ku berbuat usil kepadamu. Hahh... kini semua itu hanya tinggal kenangan dan sebuah memori yang tak akan pernah terlupakan olehku.
Ciki maafkan aku karena aku tak menjaga kamu dengan baik  :’(  hikss... hikss... hikss...
Dan Gil Ra-Im juga pergi, apakah aku memang tak boleh memelihara hewan apapun, baik kucing juga. Ra-Im... maafkan aku ya karena kamu harus dibuang ibu, kamu kurus sekali saat keluar rumah sekarang ( itu saat pertama bertemu setelah Ra-Im dibuang ), tidur dimana kamu ? sudah makan atau belumpun ku juga tak tahu, itu hanya menjadi memori saat-saat kehadiranmu, di saat bulan puasa  :’(
Hal yang tak pernah terlupakan adalah disaat kamu ikut berpuasa, ikut berbuka, ikut sahur pula, bercanda dengan kamu, dan main dengan kamu. Ra-Im... aku rindu kamu. Kamu dimana sekarang ??









Senin, 22 Agustus 2011

it's Me

Liburan sudah dijalani selama kurang lebih mau 4 minggu setelah ujian, lama banget liburan kali ini, sampai-sampai bosen dirumah terus. Liburan cuma di isi sama habisin DVD serial drama korea, yang sampe nangis-nangis, ketawa-ketiwi dan termenung. Terus online mulu deh yag namanya FB sama twitter gkgkgkkk...
Cuma itu kegiatannya selama liburan, membosankan atau malah menyenangkan ya ??

Dan lebaran hanya tinggal menghitung hari, Horree !! Lebaran telah tiba... lebaran telah tiba... hatiku gembira...
hahaha... lebaran di nanti, padalah udah gede tapi masih aja ngarep buat dapet amplopan dari orang tua dan kerabat hehehe... Terus banyak makanan juga, dan ada makanan yang ada cuma setahun sekali yaitu KETUPAT. Dan pasti pertanyaan andalan dari orang-orang yang bersilaturahmi akan siap-siap ku jawab, dan gilaaa sampe hapal aku ini.

"Udah besar ya, kapan mau nikah ?" ----> Pertanyaan dari tetangga disebelah rumah
"Wah Nina sudah gadis, kapan nih mau nikah ?"  -----> Pertanyaan dari tetangga juga
"Cah Ayu kapan kamu nduk mau nikah ? sudah besar toh kamu"  ----> Pertanyaan dari nenek yang ada disebelah rumah

Pertanyaan itu selalu ku ingat, wong tiap lebaran ditanyainnya itu hadeuuuhh...  >_____<
tapi senang juga ada yang sampe perhatian segitunya hehehe...


Sabtu, 18 Juni 2011

Hari Esok... Apakah Aku Masih Hidup ?


Jika aku masih hidup esok hari
Masihkah kau mencintaiku
Disaat diriku sendiri terpuruk dalam tanya
Tentang siapa diriku dan adanya dirimu
.
Jika aku masih hidup esok hari
Sanggupkah kau mencintaiku
Takkala dirikupun ragu untuk bisa membahagiakanmu
Karna ku tak yakin aku telah bigitu
.
Jika aku masih hidup esok hari
Buatlah aku yakin telah memilihmu
Seorang wanita yang mau bersamaku
Dan membuatku bertanya tentang semua suka diri
.
Mungkin pernah kujanjikan setangkup keindahan
Takkala kita mengarungi sebuah kehidupan
Dan yakinlah sampai saat inipun aku masih begitu
Hanya sebuah pembuktian rasanya jauh dia angan
.
Maafkan aku jika telah mempertanyakannmu
Dan lebih lagi tentang dalamnya pikiranku
Dan tolonglah aku untuk tetap menatap satu untukmmu
Bahwa esok hari aku-pun tetap mempertanyakanmu
.
Jika aku masih hidup esok pagi
Maukah kau ucapkan sekali lagi
Janji yang kita bina dahulu sekali
Yang ingin kutetapkan sekali lagi
.
Dan jika aku masih hidup esok pagi
Bangunkalah diriku dari sunyinya hati
Hangatkanlah hariku dengan sebuah arti
Dan kuatkan diriku untuk tidak berhenti
.
Jleb!rasanya ga bisa digambarkan.melihat manusia merancang hidup ke depan,terus optimis.diantara jadwal-jadwal yang kita tulis,ada “jadwal tak terdeteksi”,jadwal yang hanya Allah yang tau,jadwal yang sudah dari awal kita diciptakan sudah ditulis,jadwal yang ditulis dengan “pena khusus”,JADWAL KEMATIAN..

Hidup dan mati,
Kemaren saya hidup,saat ini saya hidup,tapi saya tidak tahu,nanti,besok,lusa..
Sekarang ikhtiar sebanyak mungkin,berusaha menjadi baik dan tambah baik..

Ya Allah,jika saat itu “jadwal” ku telah sampai,
Cukupkan aku Ya Allah,
Aku siap,iman,islam..
Aku baik,ikhlas dan taubat..
Aku meminta,dengan penuh doa ku mohonkan jalan yang baik..
Penuhkan hatiku dengan rasa cintaku pada Mu,Ya Allah,Ya Rabb..
Amin..

………..
Hidup..jodoh ku pada mu sedang ku jalani,tapi jodoh ku pada mati adalah pasti..






Duhai Tuhan Yang Mahabaik, yang menambatkan keyakinan di jiwa yang putih, yang melembutkan nuansa rasa, yang menguatkan taji-taji imajinasi.

Jika aku masih tetap hidup esok pagi, aku berjanji, apabila Engkau perhebatkan aku, Engkau permuliakan aku, Engkau tempatkan aku di aras utama tempat Semesta bekerja, aku bersungguh-sungguh berkuat upaya membuat Engkau tersenyum.

Jika aku masih tetap hidup esok pagi, akan aku cukupkan hari-hariku untuk
melayani dan membawa kualitas-kualitas ilahi ke bumi.

Jika aku masih tetap hidup esoknya lagi, aku akan berlayar menyebrangi samudera waktu untuk membenarkan semua ketulusan kasih sayang yang Engkau sambungkan ke dalam mata rantai suci para nabi.

Duhai yang Mahatahu, yang membelah sunyi, biarlah aku bawa tangisanku pergi
jauh bersama cinta-Mu.

Terima kasih Allah, Engkau selalu membukakan angkasa pemikiran baru di jiwaku.



Ya Illahi…
Peganglah tanganku,…

Ajaklah kedalam keridhoan-Mu
Biarkan aku tetirah disana,
Karena….
Hanya ridho-Mu semata
Yang selalu kudamba
Dalam setiap ibadahku.

Ya Illahi…
Raihlah kalbuku….

Rendamlah kedalam telaga cinta-Mu
Biarkan aku terpejam disana
Karena….
Tiada yang lebih aku cintai
Selain Engkau, Rabbku….

=====oo0oo=====