Jumat, 13 September 2013

Mau ini; Mau itu; Mau semua


Mau ini mau itu mau semua

Jadi ingat lirik ini :
Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ini ingin itu
Banyak sekali
Semua semua semua
Dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan dengan apa?

Mau ini dan mau itu, semua mauuu...
Liat gadget baru, mau.
Liat baju baru, mau.
Liat motor baru, mau.
Liat Ipod baru, mau.
Orang pakai ini, mau.
Orang jebur sumur pasti juga...

Semuanya mau, lalu barang yang lama gimana?
Barang yang lama jelas tau jawabannya, gak terpakai. Alias disisihkan, jangan sampai seperti itu, atau kita menjadi sombong dengan apapun yang kita miliki jelasnya ya yang baru, atau menjadi sok-sok'an; sok kaya, sok cantik, sok-sok sampai terseok-seok.

Selama yang lama masih bisa digunakan kenapa gak? Atau bisa diberikan kepada saudara kita sendiri, atau malah lebih bagus lagi disumbangin. Seperti baju, sepatu, tas, kalau gadget bisa dijual terus disumbangin deh uangnya, atau kasih kesaudara terdekat kan dia bisa pakai. Beramal sedikit-sedikit tuk bekal diakhirat sana kan boleh dong, jangan senang-senang didunia diakhirat nanti tersiksa karena terlalu mementingkan urusan dunia.

Sepertinya rasa bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan kita masing-masing itu jarang dilakukan, yang hanya kita lakukan hanya mengeluh dan mengeluh. Kita lupa terhadap Tuhan disaat kita senang, lupa beribadah lalu kita kembali kepadanya hanya disaat kita sedih, gundah gulana, galau, dan terpuruk. Itu jelas buruk sekali, bagaimana bila disaat kita sedang senang tiba-tiba maut menjemput kita disaat kita tidak dalam keadaan baik, jangan sampai ya.

Sama seperti kehilangan Handphone bertubi-tubi, ya karena rasa gak bersyukura. Yang pertama sewaktu puasa kemudian tahun lalu  terjadi kehilangan lagi, itu dikarenakan saya terlalu menginginkan lebih dari apa yang saya miliki. Itu adalah rasa ketidak bersyukuran saya, dan sekarang dalam setiap aktifitas atau kegiatan yang saya lakukan saya sebisa mungkin bersyukur dan berterimakasih, masih diberi nikmatnya hidup, masih diberi nikmat untuk dapat berkumpul dan bercanda dengan orang tua saya, kemudian nikmatnya sakit, nikmatnya skripsi selesai, nikmatnya menanti wisuda, nikmatnya menanti nilai-nilai akhir nanti, nikmatnya menanti panggilan keja dan nikmatnya menanti jodoh sejati saya  hehehe...

Iri juga tidak baik, hanya membuat pikiran dan hati yang tadinya jernih jadi kotor. Ibu saya mengatakan, "kalau iri terus kapan majunya, malu udah gadis masih iri'an kaya anak kecil. Malu juga nanti sama suami kamu kelak. Nanti temen kamu jebur ke sumur ikutan, jadikan iri mu sebagai prestasi mu."

Nikmat bersyukur itu Subhanallah dasyat pengaruhnya loh, syukuri apa yang ada didiri kita dan syukuri pula apa yang kita miliki. Karena bahagia itu sederhana tersenyum dan selalu bersyukur.


Posting Komentar